19
Jan
09

Hamas vs Israel setuju genjatan senjata

Israel Diminta Tarik Pasukan dan Buka Penyeberangan
Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman

Rafah, Kompas – Situasi di wilayah Jalur Gaza relatif tenang menyusul pemberlakuan gencatan senjata sepihak Israel, Minggu (18/1) mulai pukul 02.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB. Meski diumumkan gencatan senjata sepihak, helikopter dan pesawat tempur Israel masih terbang di atas Gaza.

Bunyi tembakan tank dan artileri Israel juga masih terdengar meski gencatan senjata itu sudah berlaku. Israel masih menyerang Gaza, membalas tembakan roket dari gerilyawan Palestina ke kota Sderot di Israel selatan. Gencatan senjata sepihak Israel dilakukan setelah 22 hari menyerang Gaza habis-habisan hingga menyebabkan 1.203 orang tewas dan 5.320 orang terluka di pihak Palestina. Dari pihak Israel, 13 orang tewas, 10 di antaranya tentara Israel, dan 200 orang terluka.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert yang didampingi Menteri Pertahanan Ehud Barak pada jumpa pers, Sabtu, menegaskan, Israel siap memulai kembali operasi militernya di Jalur Gaza jika mendapat serangan baru dari Palestina. Ia mengatakan, operasi militer Israel mencapai tujuan lebih dari yang diharapkan. Olmert mengklaim Hamas mendapat pukulan telak dari Israel.

Ehud Barak juga menyebutkan gencatan senjata sepihak itu tak mengandung jaminan bahwa Hamas tak akan menembakkan lagi roket-roketnya. Karena itu, pasukan Israel masih berada di Jalur Gaza.

Satu pekan

Tokoh senior Hamas, Ayman Taha, menyepakati gencatan senjata di Gaza sekaligus memberi batasan waktu hingga satu pekan bagi pasukan Israel untuk keluar dari Gaza. Hamas juga menuntut Israel membuka semua penyeberangan Gaza untuk memasukkan segala kebutuhan sehari-hari rakyat Palestina. Sebelumnya, Israel menegaskan tak akan mempertimbangkan niat penarikan pasukan dari Gaza hingga Hamas dan kelompok bersenjata lainnya menghentikan serangan.

Hamas menyatakan, gencatan senjata sepihak Israel itu bentuk kegagalan Israel menghancurkan kekuatan Hamas. Artinya, Israel kembali mengulangi kegagalan seperti di Lebanon selatan tahun 2006. Gerilyawan Palestina juga berjanji terus melancarkan serangan jika pasukan Israel masih bertahan di Gaza.(REUTERS/AFP/AP/LUK)

sumber : kompas


1 Response to “Hamas vs Israel setuju genjatan senjata”


  1. 1 eko abdul rachman.
    Juni 6, 2010 pukul 7:50 am

    SEmua pihak harus ikut krja keras dalam hal negosiasi untuk mempercepat perdamaian antara israel dengan palestin.dalam hal ini smua pejabat tinggi negara-negara harus cepat dan melakukan konsilidasi agar bisa meredam problem ini.untuk presiden indonesia kirim pasukan relawan kita ksana,agar bisa membantu dalam hal pengiriman sandang dan pangan agar rakyat palestien tidak susah dalam hal sandang dan pangan.Allahu akbar ,,,,, Allahu akbar ,,,, Allahu akbar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


chat with me….

Kategori

kalender

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: